BREAKING NEWS

Thursday, June 30, 2016

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

1. Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah , yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Banyak yang menilai kegelisahan ada macam-macam diantaranya adalah kegelisahan negatif dan positif yang di artikan sebagai berikut :
  • Kegelisahan Negatif :  kegelisahan yang berlebih-lebihan, atau yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada. Tentu saja hal ini merupakan ancaman bagi eksistensi manusia sebagai kesatuan yang integral.
  • Kegelisahan Positif :  Dasar kehidupan atau sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, atau sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tiba-tiba dan tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi baru dan dapat membantu dalam beradaptasi. Singkatnya, ia merupakan faktor penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan “kegelisahan negatif” jelas sangat membahayakan, seperti gula pada darah; ketika ketinggian kadarnya membahayakan kesehatan manusia.

2. Sebab-sebab Orang Gelisah
Gelisah terkadang membuat seseorang tidak nyaman. Kegelisahan berasal
dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir,
dan cemas. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang-orang menjadi
gelisah. Diantaranya :
  • PanikPanik adalah sebuah perasaan dari ketakutan dan kecemasan. Panik merupakan ketakutan dan kecemasan yang terjadi secara mendadak dari sebuah peristiwa yang terjadi. Rasa panik dapat menyebabkan seseorang menjadi gelisah.
    Dengan adanya rasa panik otomatis timbulnya perasaan tidak tenang dan
    mengakibatkan seseorang menjadi gelisah.
  • Kesulitan ekonomi. Kesulitan ekonomi merupakan kesulitan yang dialami ketika seseorang merasakan kondisi sulit dalam kehidupan ekonomi. Seperti hal nya tidak mempunyai uang atau kelangkaan dalam suatu barang pemuas kebutuhan. Dengan adanya kesulitan ekonomi, ada beberapa orang yang merasa terdesak dan gelisah untuk berfikir bagaimana caranya agar bisa menyelesaikan kesulitan ekonomi tersebut.
  • Persiapan yang tidak matang. Segala sesuatu kegiatan yang dilakukan, harus dengan persiapan yang matang. Apabila kita akan melakukan sesuatu  tetapi  belum ada persiapan yang matang, maka dapat terjadi kegelisahan. Contoh nya seperti dalam menghadapi ujian, tetapi  belum ada persiapan yang matang dalam menjalani ujian tersebut, maka kemungkinan perasaan gelisah akan timbul.

3. Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
Kegelisahan nyatanya membuat  pikiran dan perasaan seseorang merasa tidak nyaman. Ada beberapa usaha – usaha yang perlu kita ketahui untuk mengatasi kegelisahan, diantara nya :
  • Bersikap tenang. Tenang merupakan sikap mengontrol perasaan menjadi rileks. Pada saat seseorang merasa gelisah, sikap tenang dapat membantu menghilangkan atau mengurangi kegelisahan dengan me rileks kan perasaan serta fikiran.
  • Intropeksi diri. Pada saat gelisah, intropeksi diri sangat diperlukan untuk membantu menghilangkanperasaan gelisah. Dengan adanya intropeksi diri seseorang akan mulai berfikir apa penyebab
    kegelisahan nya dan bagaimana cara menyelesaikan permasalahan nya tanpa harus
    merasa gelisah.
  • Berserah diri kepada Tuhan Kegelisahan terkadang membuat diri seseorang lupa akan ada nya Tuhan yang selalu siap membantu . Apapun yang membuat kita gelisah, apabila kita memasrahkan diri kepada tuhan kemungkinan tuhan akan memberikan jalan keluar dari kegelisahan yang kita alami.
  • Bercerita kepada seseorang Apabila sedang mengalami kegelisahan, alangkah baik nya apabila seseorang dapat menceritakan permasalahan yangmembuatnya gelisah. Dengan adanya bercerita kepada seseorang, permasalahan yangsedang dialami bisa mendapatkankan pendapat ataupun saran. Jadi kemungkinan kegelisahan tidak akan bertambah dengan adanya pendapat atau saran yang diterima.

4. Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata ini berasal dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang. Sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal – hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
5. Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lenggang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia. Lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya. Kesepian itu akibat dari keterasingan. Keterasingan dapat disebabkan sikap buruk seperti sombong, angkuh, keras kepala, yang membuat manusia diasingkan oleh kehidupan sosialnya.
study kasus
contohnya adalah seorang sisswa yang telah melakukan kesalahan pada temannya, ia sangat kecewa dan gelisah akan perbuatan yang telak ia lakukan, meskipun ia tau merasa bersalah ia akan mengalami goncangan pada jiwa dan merasa kekhawatiran yang mendalam akan perbuatannya

MANUSIA DAN HARAPAN

MANUSIA DAN HARAPAN

A. Pengertian Harapan

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.

B. Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan ?

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari interaksi hidup. Ditengah – tengah yang lainnya, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik / jasmani maupun mental / spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia mempunyai bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manuis itu ialah :
  1. a)      Kelangsungan hidup (survival)
  2. b)      Keamanan (safety)
  3. c)      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
  4. d)      Diakui linkungan (status)
  5. e)      Perwujudan cita – cita (self actualization)

C. PENGERTIAN DOA

Menurut bahasa do’a berasal dari kata “da’a” artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara’ do’a berarti “Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan.1
Adapun lafadz do’a yang ada dalam al Qur’an bisa bermakna sebagai berikut:
  1. Ibadah, seperti firman Allah: Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi madharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat demikian make, kamu termasuk orang-orang yang zhalim. (Yunus: 106).
  2. Perkataan atau Keluhan. Seperti pada firman Allah: Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (al Anbiya: 15).
  3. Panggilan atau seruan. Allah berfirman: Maka kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling ke belakang. (ar- Rum: 52)
  4. Meminta pertolongan. Allah berfirman: Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang at Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat yang semisal at Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (al Baqarah: 23).
  5. Permohonan. Seperti firman Allah: Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjagapenjaga jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari.” (al Mukmin: 49).
Macam-Macam Do’a
Syeikh Abdurrahman bin Sa’diy berkata: “Setiap perintah di dalam al Qur’an dan larangan berdo’a kepada selain Allah, meliputi do’a masalah (permintaan) dan do’a ibadah.” 2
Adapun perbedaan antara kedua macam do’a tersebut adalah:
Do’a masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan ini dibagi menjadi tiga:
  1. a) Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid dan berpahala. -red. vbaitullah)
  2. b) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak mampu memenuhi dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada kuburan, pohon-pohon besar atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik dan dosa besar.
  3. c) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih hidup untuk memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya boleh.
Do’a Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.

D. Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada beberapa kalimat yang dapat kita perhatikan :
Ia tidak percaya pada diri sendiri.
Saya tidak percaya ia berbuat seperti itu, berita itu kurang dapat dipercaya.
Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah.
Kita harus percaya akan nasehat – nasehat yang berasal dari Al-qur’an.
Dengan contoh berbagai kalimat diatas maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.

E. Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya

Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
  • Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
  • Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
  • Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.
  • Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan
konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Usaha-usaha Meningkatkan Percaya pada Tuhan
Usaha itu antara lain:
  • Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
  • Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
  • Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka    menolong, dermawan, dan sebagainya.
  • mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
  • menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.

Monday, May 30, 2016

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

§  PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab menurut kbbi adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu dan memikul beban yang ada. Seseorang yang bertanggung jawab adalah orang yang memiliki keinsyafan dan juga mawas diri terhadap hal yang terjadi.
Tanggung jawab bersifat kodrati yakni menjadi bagian dari kehidupan manusia,bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Tanggung jawab yang dipikul manusia satu dan yang lainnya adalah berbeda.
Tanggung jawab adalah cirri manusia yang beradab dan juga bertanggung jawab karena ia menyadari akhirat.

§  MACAM TANGGUNG JAWAB
Manusia berjuang untuk kepentingan diri sendiri dan kepentingan berkelompok. Manusia tidak dapat lepas dalam hal tanggung jawab, yakni contohnya:
§  Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri
§  Tanggung jawab terhadap keluarga
Tanggung jawab terhadap keluarga adalah hal terbesar yang dapat dilakukan oleh diri kita. Karena keluarga adalah bagian terpenting dalam hidup.
§  Tanggung jawab terhadap masyarakat
Tanggung jawab yang dapat diemban adalah tanggung jawab terhadap masyarakat dimana kita mendapatkan tugas yang berat.
§  Tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara
Tanggung jawab ini merupakan wajib bagi seluruh warga Negara, dimana kepentingan Negara adalah keajiban bersama
§  Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tanggung jawab ini dipikul oleh masing masing manussia sebagai bukti ketulusan terhadap agama yang dianutnya

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


§  PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup bersifat kodrati. Karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup.
Pandangan  hidup dapat dibedakan mnurut asalnya yakni :
1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu yang mutlak kebenerannya
2.      Pandangan hidup berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma setempat
3.      Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup relative kebenaranya
Apabila pandangan hidup diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung organisasi,maka pandanga hidup itu disebut ideology.

§  CITA-CITA
Menurut kbbi cita-cita adalah keinginan ,harapan, dan tujuan hidup yang sealalu ada dalam benak pikiran manusia. Dengan demikian cita-cita adalah pandangan hidup dimasa depan yang akan menuntut akan jadi apa kita pada akhirnya.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum terpenuhi, maka cita cita itu disebut sebagai angan anagan belaka. Antara masa sekarang dan masa yang akan dating selalu ada cita-cita mengiringi.

§  KEBAJIKAN
Kebajikan adalah perbuatan yang mendatangkan suatu kebaikan. Pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma norma agama dan etika. Manusia adalah pribadi yang terdiri dari rohani dan jasmani.
Manusia sebagai mahluk sosial berkembang dan terus berinteraksi. Meraka berinteraksi sesame mahluk sosial yang secara sengaja ataupun yak sengaja dapat memahat suatu kebajikan dalam diri mereka.

Factor yang menentukan tingkah laku seseoranmg ada 3 hal yakni
1.      Factor Hereditas
Factor hereditas atau bawaan yang ada pada diri manusia tersebut mempengaruhi tingkah laku dan bentuk interaksi mereka. Hal ini menunjukan suatu perilaku sudah mendarah daging pada diri manusia teresbut.
2.      Factor lingkungan
Factor lingkungan memberikan manusia sebagai cirri adat istiadat dan tempat lingkungan yang dimana mereka dibesarkan. Lingkungan acapkali menjadi momok yang menakutkan untuk melihat bagaimana seseorang tumbuh dan berkembang.
3.      Factor Pengalaman
Factor pengalaman atau experience adalah hal yang langka dan hanya dimiliki oleh individu itu sendiri, bagaimana mereka menyikapi pengalamn hidup dan dijadikan sebagai pembelajaran dalam diri agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

§  USAHA / PERJUANGAN
Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan dalam hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah perjuangan dan kerja keras.
Kerja keras dapat dilakukan dengan otak ilmu maupun tenaga dari jasmani dan rohani yang sehat. Kerja keras dimaksudkan untuk menghargai hal hal yang telah diusahan sebaik mungkin oleh orang lain.

§  KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN
         Keyakinan dan kepercayaan berasal dari akal atau kekuatan yang berasal dari akal atau kekuasaan YME.
1.      Aliran Naturalisme
Hidup manusia dikaitkan dengan kehidupan ghaib sebagai kekuatan tertinggi. Aliran naturalism menggabarkan spekulasi ada tuhan ataupun tidak adanya tuhan.
2.      Aliran intelektualisme
Dasar dari aliran ini adalah logika dan akal manusia. Dengan akal manusia yang dapat berpikir dan berspekulasi. Akal manusia dijadikan sebagai acuan dalam diri mereka,sehingga menghasilkan karya baru.
3.      Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekutan dan juga akakl akan berkesinambungan dalam kedua hal.

§  LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimana bentuknya. Bagaimanapun kita memperlakukan pandangan hidup tergantung pada orang yang bersangkutan.
Adapun langkah langkahnya sebagai berikut:
§  Mengenal
Mengenal merupakan suatu keadaan dimana kita dapat mengetahui keadaan satu sama lain dalam berbagai hal dan berbagai sisi.
§  Mengerti
Mengerti berarti dapat memahami dan mengambil intisari dari pandangan hidup itu sendiri, pandangan hidup itu sebaiknya harus dimengerti dan dipahami.
§  Menghayati
Mengahyati pandangan hidup adalh menyatu dengan jiwa raga dan segenap jiwa bahwa pandangan hidup yang kita dapatkan adalah murni sesuai keinginan kita.
§  Meyakini
Meyakini dimaksudkan bahwa kita harus yakin pada pandangan hidup yang kita ambil apapun konsekuensi yang harus kita tanggung
§  Mengabdi
Mengabdi kepada hasil yang kita dapatkan baik sebagai hasil dari pandangan hidup kita sendiri ataupun sebagai bentuk dari cita cita
§  Mengamankan
Mengamankan berarti menjaga agar kita tidak salah dalam mengambil pandangan hidup itu sendiri.

CONTOH KASUS

Seorang anak yang bercita –cita sebagai dokter akan terus berjuang dan belajar keras untuk mewujudkan cita citanya,karena sifat saling menolong terhadap yang membutuhkan sudah menjadi pandangan dan tujuan hidup dirinya dimasa depan.

MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN
1.      PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan  sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
Keadilan oleh Plato di proyeksikann pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalh orang yang mengendalikan diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal.
Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya . menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan melalaikan kewajiban maka tidak akan terrealisasi antara keadilan yang ingin kita dapatkan.

1.      KEADILAN SOSIAL
Keadilan sosial adalah sesuatu yang seharusnya didapatkan oleh seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan sila ke 5 Undang Undang Dasar 1945.
Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakatIndonesia.
Yakni dengan beberapa sikap
1.      Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
2.      Sikap suka bekerja keras
3.      Suka member pertolongan kepada masyarakt yang memerlukan
4.      Sikap menghargai kerja keras orang lain yang bermanfaat
Keadilan dan ketidakadilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan setiap hari. 
1.      KEJUJURAN
Kejujuran artinya dikatakan sesuai hati nurani dan sesuai fakta yang berlaku. Barang siapa berkata jujur serta bertindak dengan kenyataan artinya orang itu berbuat benar. Orang bodoh yang berkata jujur adalah lebih baik daripada pandai namun mendustakan. Kejujuran sangat berkaitan dengan hati nurani seseorang. Jika kejujuran sudah dipupuk sejak usia dini maka akan terrealisasi pula kejujuran yang mendarah dagig itu.
Bagi seniman kejujuran dan kebohongan menjadi kreatifitas tanpa batas. Kejujuran dan ketidakjujuran adalah hal yang berkaitan dengan hati nurani. Hal ini dapat dijadikan sebagai bahan uji kretifitas yang memakai objek manusia sebagai subjeknya dan kejujuran yang berbeda beda di tiap kalangan manusia.

1.      KECURANGAN
Kecurangan atau curang  identik dengan ketidakjujuran atau curang itu sendiri telah menjadi darah daging dalam diri sendiri. Kecurangan biasanya kenyataan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Kecurangan menyebabkan ketamakan dan serakah dalam diri sendiri. Bermacam macam sebab melakukan kecurangan ditinjau dari penyebabnya yakni :
1.      Kenyataan tidak sesuai yang diharapkan
2.      Keserakahan yang merajalalela
3.      Merasa dirugikan
4.      Keinginan balas dendam
5.      Merasa paling benar dalam segala hal

1.      PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan salah satu tujuan manusia hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati hati agar namanya tetap baik. Lebih lebih ketika ia menjadi suri tauladan bagi warganya tersendiri.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan  nama baik adalah tingkatan dari perbuataan yang ia lakukan.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia,yaitu:
1.      Manusia menurut sifat dasarnya adalah mahluk moral
2.      Ada aturan aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.

1.      PEMBALASAN
Pembalsaan adalah ialah suatu reaksi atas perbuatan ortang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang,tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial dan mahluk bermoral. Ia akan membalskan sesuatu yang menurutnya perlu mendapat balasaanya. Entah itu dalam hal kebaikan atau dalam hal lainnya. Mereka selalu menginkan adanya pembalasan

CONTOH KASUS

Contoh kasus kali ini adalah suatu putusan dipengadilan mengenai vonis seorang nenek yang mencuri sandal jepit divonis lebih lama dibandingkan dengan kruptor yang menghabiskan banyak uang Negara. Hal ini merupakan contoh ketidakadilan yang didapatkan dari warga kurang mampu yang dapat ditinjau ulang akan semua halnya.
 
Back To Top
Copyright © 2014 Muhamad Ferial Putra Ramadhan. Designed by OddThemes